Selasa, 10 September 2013

Kategori :

Tips-tips menikmati kejadian yang menimpa kita yang baik maupun yang buruk




     Ini judul diminta sama temen “Vampire” , entah aku mau nulis apa. Yang jelas bingung. Hmm, Tips-tips menikmatikejadian yang menimpa kita yang baik maupun yang buruk. Oke, setiap hari dalam hidup ini memiliki kesan dan pesan jika kita menyadarinya. Dan kesan dan pesan itu datang dari hal baik bahkan dari hal buruk yang menyapa kita. lalu bagaimana kita menghadapi kejadian baik dan buruk itu? Pertama kita tahu bahwa segala hal didunia ini mempunyai dua sisi. Baik-buruk, besar-kecil, panjang-pendek, luas-lebar, dan seterusnya. Begitupun dengan kejadian yang menimpa kita, tak selamanya baik juga tak selamanya buruk. Tak selamanya seseorang dihormati, ada kalanya dia direndahkan, tak selamanya seseorang memberi, ada kalanya dia memberi. Nikmat, bukan? Bayangkan jika kehidupan hanya memiliki satu sisi, semua orang memberi, semua makhluk dihormati. Kan gak asik, monoton. Dan  Hari yang kita lalui pun kadang menyenangkan namun tak jarang menyebalkan atau menyedihkan, bukan begitu? Jangan bingung, jangan stress dibuatnya, badai pasti berlalu. Seperti hari ini yang akan tergantikan oleh esok. pernah denger lagu ini kan “Biar hidup terkadang menyebalkan laluilah semua dengan senyuman, biarkanlah semua mengalir apa adanya” menurut aku sih lagu ini ngajarin kita buat sabar dalam menjalani hidup. Apalagi bagi kita, umat islam, sabar itu sikap yang terpuji, berpahala.

    Kenapa jadi ngebahas sabar? Ah keun bae lah –daek heug, teu kajeun- haha :p yang bahagia-bahagia mah kan biasanya gak perlu di Tanya.
      Islam, agama yang membawa pada ketenangan. Seseorang yang benar-benar telah memahami islam tidak akan merasa cemas, bingung dan takut dalam menghadapi setiap kejadian. Mereka senantiasa bersabar, karna mereka ingin dekat dengan Allah, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. Bagi mukmin, musibah dan nikmat itu sama-sama membawa kebaikan, diberi musibah dia bersabar, diberi nikmat dia bersyukur. Ini Haditsnya, “Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesenangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)
     Ketika Allah menyapa kita dengan kesedihan dan kesusahan, sesungguhnya Allah hanya ingin memberikan kesempatan pada kita untuk meningkatkan derajat penghambaan kepada-Nya. Tapi ingat, ini bukan kesusahan yang didatangkan oleh diri kita sendiri karna melanggar aturan-nya, itu beda lagi ceritanya.
       Ketika kita punya suatu masalah, sebenarnya kita pun telah punya solusi. Tapi solusi ini hanya bisa ditemukan oleh fikiran yang tenang, tidak mungkin ditemukan oleh fikiran yang kacau. Bagaimana kita menemukan ketenangan itu? dekati Dia. Tapiiiii, jangan sampai juga kita mendekati-Nya ketika kita punya masalah saja. “Ingat-lah Allah ketika kau senang, maka Allah akan mengingatmu ketika kau susah”
         Ahhh sepertinya aku udah kehabisan kata-kata, padahal entah kamu sudah menemukan sesuatu atau belum di tulisan ini. Yang jelas , tidak ada sikap yang lebih baik bagi diri kita untuk menjalani setiap sendi kehidupan ini kecuali bersabar dan bersyukur. Jangan pernah berkeluh kesah dalam hidup, karna itu merupakan salah satu sifat pecundang. Untuk apa berkeluh kesah bila suatu kejadian itu telah menjadi ketetapan? Apakah bila kita marah dengan suara yang lantang semuanya akan berubah? Hendaknya kita meyakini bahwa apapun yang terjadi ini adalah atas izin Allah. Intinya jangan lupakan sabar dan syukur.  Orang yang hidupnya selalu dipenuhi dengan sabar dan syukur, hidupnya selalu indah, Setiap kesulitan pasti akan terasa mudah.
“Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”(Q.S Ali-Imran: 200)
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nahl: 18)
Semoga bermanfat, ya! Salam Vampire Imut ..=D
                                                                                                                                          




0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Leni Sundanis | Loves Write.