BARAKALLAH
J
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.
Ta’aruf bukan sekedar formalitas ,namun
Ta’aruf bukan sekedar formalitas ,namun
harus benar2
dilaksanakan untuk saling
mengenal,mencari
informasi akhlak,kondisi
keluarga, dan
saling menimbang.Permasalahan
sesungguhnya
bukanlah pada akhawat “yg asli”
atau “tdk asli” ,namun terkait kepada
pemahaman kita
bahwa hanya Allah sajalah yg
mengetahui kadar
keimanan seseorang,terlepas
dari penampilannya.
I. Pemahaman
“ Perempuan2 yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki2 yg keji
untuk wanita2 yg keji,sedangkan wanita2 yg
baik untuk laki2 yg baik dan laki2 yg baik juga diperuntukkan bagi perempuan2
yg baik….
(QS.24:26)
Ayat di atas adalah janji Allah kepada hamba2-Nya. Allah swt telah
menetapkan perempuan yg baik untuk laki2
yg baik,demikian pula sebaliknya. Jadi kita tak perlu khawatir akan mendapatkan
pendamping yg tak sekufu agamanya karena sesungguhnya semuanya bermula dari
diri kita sendiri.Sudahkah kita beragama dengan baik? Bagaimana kadar keimanan
kita ?
II. Identifikasi
1. Akhlak
Akhawat berjilbab panjang dan lebar belum
tentu lebih baik dari yg berjilbab biasa2 saja. (maksudnya, “biasa2 “ tp tetap
mencukupi kriteria syar’i jilbab). Menilai baik tidaknya agama seseorang tidak
bisa dilihat dari panjangnya jilbab,tidak bisa dilihat dari banyaknya shalat,rajinnya
puasa,gelar hajjah,dsb. Karena banyak orang yang rajin shalat tapi suka
ghibah,berpuasa tapi durhaka pada orang tua,bergelar hajjah tapi tidak amanah.
Agama bukan pula
diidentifikasikan dari luasnya pengetahuan agama (tsaqofah). Karena banyak
missionaris yang pengetahuan agamanya lebih luas dibandingkan umat Islam
sendiri.Agama bukan pula dilihat dari banyaknya hafalan Al Qur’an karena Snouck
Hongruje pun khatam hafalan Qur’an.
Ukuran agama adalah
akhlak. Iman itu adanya di dalam hati.Dan tentu saja tak ada yg mengetahuinya
kecuali Allah namun iman yang benar2 menyala di dalam hati,cahayanya pasti akan memancar keluar,yaitu dalam bentuk
akhlak. Pancaran cahaya keimanan inilah yg harus kita cari.
Rasulullah saw
bersabda : Sesunguhnya seorang hamba yang berakhlak baik akan mencapai derajat
dan kedudukan yg tinggi di akhirat, walaupun ibadahnya sedikit. “
Dalam sebuah hadits,Rasulullah
saw bersabda mengenai wanita ahli ibadah yg masuk neraka krn menyiksa seekor kucing hingga mati. Dan di hadits
lainnya,ada wanita pelacur yg masuk surga karena memberi minum seekor anjing yg
kehausan. Ini menandakan bahwa tak ada yang mengetahui kebaikan hakiki
seseorang karena taqwa itu adanya di sini (di hati ).Umat Nabi Muhammad itu
seperti air hujan yang tak dpat diketahui mana yg lebih baik,awalnya atau
akhirnya.
Ingatlah kisah Nabi
Daud ketika sedang bersama murid2nya dalam sebuah halaqah dan kemudian datang
seorang laki2 yg baik pakaiannya,terlihat sangat sholeh hingga membuat murid2
Nabi Daud bersimpati dan kagum.Namun ternyata ia adalah seorang munafiq dan
Nabi Daud mengetahui hal itu dari akhlaknya saat orang tsb memasuki masjid dgn
kaki kiri,tangisannya di depan umum,dan ucapan salamnya kepada halaqah yg sudah
dimulai.
2. Hati yg Lembut.
Salah satu ciri
jundullah adalah :
“ Hai orang2 yg
beriman,barangsiapa diantara kamu yg murtad dari agamanya maka kelak Allah akan
mendatangkan suatu kaum yg Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya,yg
bersikap lemah lembut thd orang2 yg mu’min,bersikap keras thd orang2 yg
kafir……..”
Kepada saudaranya yg mu’min ia
akan berkasih sayang,saling menasehati dan tdk akan merendahkan saudaranya
seiman.
Hati yg lembut
dapat terlihat dari keridhoannya menerima kebenaran (Al Haq). Ia akan mudah
untuk menerima nasehat dan segera memperbaiki kesalahannya. Hati yg keras tdk
akan rela untuk menerima nasehat dan terus berkubang dalam kesalahan.Hati yg
lembut dapat mencegah mulut dan tangannya dari menzalimi orang lain.
III. Syarat Seorang
Informan
Untuk mengetahui akhlak
akhawat/ikhwan,tentu kita harus menanyakannya kepada orang lain. Ini
dikarenakan kita tidak mengenal baik akhawt/ikhwan tsb. Lalu kepada siapakah
kita bertanya ? Tanyakanlah kepada
orang2 terdekatnya. Namun orang yg terdekat ini bukanlah sembarang org.
Di bawah ini adalah
tips dari Umar bin Khattab untuk mengetahui apakah org tsb benar2 mengenal
akhwat/ikhwan yg dimaksud.Yaitu :
1. Ia sudah melakukan mabit atau safar dengan
akhwat tsb sehingga mengetahui persis akhlaknya.
2. Ia sudah melakukan hubungan finance
(muamalah) dengan akhwat tsb sehingga dapat terlihat apakah ia amanah.
3. Ia sudah menyaksikan akhwat tsb menahan
amarah karena ketika orang marah akhlak aslinya akan terlihat, baik ataukah
buruk.
IV. Niat Mempengaruhi
Keberkahan
Wanita dinikahi karena empat perkara :
Kecantikan,Nasab,Harta,Agama.Namun pilihlah karena agamanya agar berkah kedua
tanganmu. Tidaklah salah bila para ikhwan menentukan standar atau kriteria
calonnya.Namun hendaknya kriteria tsb proporsional ,tdk muluk dan jangan
mempersulit diri sendiri. Mengharapkan sosok yg sempurna dan super ideal
sangatlah jarang bahkan mungkin tdk ada.Dan bila sampai kesempurnaan yg dicari
tdk ditemukan pd sosok sang kekasih,maka akan menimbulkan kekecewaan.Sesungguhnya
ketidaksempurnaan adalah wujud kesempurnaan. Syukurilah karunia-Nya,jangan
terlalu banyak menuntut.Jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.Bukankah
pernikahan itu seperti pakaian yang saling melindungi dan menutupi kekurangan.
“ ana adalah pakaian antum dan antum adalah
pakaian ana. “
Saling menerima kelebihan dan kekurangan.
Rasulullah Saw
bersabda :
“Sesungguhnya amal
dinilai berdasarkan niatnya. “
As Syahid Imad
Aqil,mujahid Palestina pernah berkata : “ Riya lebih aku takuti dari tentara2
Israel.“
Dan pepatah
mengatakan :
“ Tentara
terdepanmu adalah keikhlasan. “
Rasulullah saw
bersabda :
“ Barangsiapa yg
menikahi seorang wanita krn ingin menutupi farjinya dan mempererat silaturahmi
maka Allah akan memberikan barakah-Nya kepada keduanya (suami isteri ) “
V. Istikharah
Jangan lupa istikharah untuk
mendapatkan kemantapan. Bariskan harapan pada istikharah sepenuh hati
ikhlas.Relakan Allah pilihkan untukmu.Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu,
tapi itu pilihan-Nya.Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.Mungkin
kebaikan itu bukan pada orang yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang
kaupilih.Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima
keputusan Sang Kekasih Tertinggi.Kekasih tempat orang2 beriman memberi semua
cinta dan menerima cinta.
Syair Abdurrahman untuk isteri
tercinta,Atikah.
“ Demi Allah tidaklah aku melupakanmu
Walau matahari kan terbit meninggi
“ dan tidaklah terurai air mata merpati itu kecuali berbagi hati
“ Tidak pernah kudapatkan orang sepertiku
mentalak orang
seperti dia,Dan tidaklah orang seperti dia
ditalak karena dosanya
“ Dia
berakhlak mulia,beragama dan bernabikan Muhammad,
Berbudi pekerti tinggi bersifat pemalu dan
halus tutur katanya..
Semoga ALLAH membarakahi
kalian dan melimpahkan barakah kepada
kalian…
Amiin


0 komentar:
Posting Komentar