Selasa, 29 Oktober 2013

Kategori :

TA'ARUF

BARAKALLAH J
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.
Ta’aruf bukan sekedar formalitas ,namun
harus benar2 dilaksanakan untuk saling
mengenal,mencari informasi akhlak,kondisi
keluarga, dan saling menimbang.Permasalahan
sesungguhnya bukanlah pada akhawat “yg asli”
 atau “tdk asli” ,namun terkait kepada
pemahaman kita bahwa hanya Allah sajalah yg
mengetahui kadar keimanan seseorang,terlepas
 dari penampilannya.

I. Pemahaman

Perempuan2 yang keji adalah untuk  yang keji pula dan laki2 yg keji
 untuk wanita2 yg keji,sedangkan wanita2 yg baik untuk laki2 yg baik dan laki2 yg baik juga diperuntukkan bagi perempuan2 yg baik….
(QS.24:26)

              Ayat di atas adalah janji Allah kepada hamba2-Nya. Allah swt telah menetapkan  perempuan yg baik untuk laki2 yg baik,demikian pula sebaliknya. Jadi kita tak perlu khawatir akan mendapatkan pendamping yg tak sekufu agamanya karena sesungguhnya semuanya bermula dari diri kita sendiri.Sudahkah kita beragama dengan baik? Bagaimana kadar keimanan kita ?

II. Identifikasi

1. Akhlak
   Akhawat berjilbab panjang dan lebar belum tentu lebih baik dari yg berjilbab biasa2 saja. (maksudnya, “biasa2 “ tp tetap mencukupi kriteria syar’i jilbab). Menilai baik tidaknya agama seseorang tidak bisa dilihat dari panjangnya jilbab,tidak bisa dilihat dari banyaknya shalat,rajinnya puasa,gelar hajjah,dsb. Karena banyak orang yang rajin shalat tapi suka ghibah,berpuasa tapi durhaka pada orang tua,bergelar hajjah tapi tidak amanah.
Agama bukan pula diidentifikasikan dari luasnya pengetahuan agama (tsaqofah). Karena banyak missionaris yang pengetahuan agamanya lebih luas dibandingkan umat Islam sendiri.Agama bukan pula dilihat dari banyaknya hafalan Al Qur’an karena Snouck Hongruje pun khatam hafalan Qur’an.
Ukuran agama adalah akhlak. Iman itu adanya di dalam hati.Dan tentu saja tak ada yg mengetahuinya kecuali Allah namun iman yang benar2 menyala di dalam hati,cahayanya pasti  akan memancar keluar,yaitu dalam bentuk akhlak. Pancaran cahaya keimanan inilah yg harus kita cari.
Rasulullah saw bersabda : Sesunguhnya seorang hamba yang berakhlak baik akan mencapai derajat dan kedudukan yg tinggi di akhirat, walaupun ibadahnya sedikit. “
              Dalam sebuah hadits,Rasulullah saw bersabda mengenai wanita ahli ibadah yg masuk neraka krn menyiksa  seekor kucing hingga mati. Dan di hadits lainnya,ada wanita pelacur yg masuk surga karena memberi minum seekor anjing yg kehausan. Ini menandakan bahwa tak ada yang mengetahui kebaikan hakiki seseorang karena taqwa itu adanya di sini (di hati ).Umat Nabi Muhammad itu seperti air hujan yang tak dpat diketahui mana yg lebih baik,awalnya atau akhirnya.
Ingatlah kisah Nabi Daud ketika sedang bersama murid2nya dalam sebuah halaqah dan kemudian datang seorang laki2 yg baik pakaiannya,terlihat sangat sholeh hingga membuat murid2 Nabi Daud bersimpati dan kagum.Namun ternyata ia adalah seorang munafiq dan Nabi Daud mengetahui hal itu dari akhlaknya saat orang tsb memasuki masjid dgn kaki kiri,tangisannya di depan umum,dan ucapan salamnya kepada halaqah yg sudah dimulai.

2. Hati yg Lembut.

Salah satu ciri jundullah adalah :
“ Hai orang2 yg beriman,barangsiapa diantara kamu yg murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yg Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya,yg bersikap lemah lembut thd orang2 yg mu’min,bersikap keras thd orang2 yg kafir……..”

             Kepada saudaranya yg mu’min ia akan berkasih sayang,saling menasehati dan tdk akan merendahkan saudaranya seiman.
Hati yg lembut dapat terlihat dari keridhoannya menerima kebenaran (Al Haq). Ia akan mudah untuk menerima nasehat dan segera memperbaiki kesalahannya. Hati yg keras tdk akan rela untuk menerima nasehat dan terus berkubang dalam kesalahan.Hati yg lembut dapat mencegah mulut dan tangannya dari menzalimi orang lain.
III. Syarat Seorang Informan
            Untuk mengetahui akhlak akhawat/ikhwan,tentu kita harus menanyakannya kepada orang lain. Ini dikarenakan kita tidak mengenal baik akhawt/ikhwan tsb. Lalu kepada siapakah kita bertanya ?  Tanyakanlah kepada orang2 terdekatnya. Namun orang yg terdekat ini bukanlah sembarang org.     
Di bawah ini adalah tips dari Umar bin Khattab untuk mengetahui apakah org tsb benar2 mengenal akhwat/ikhwan yg dimaksud.Yaitu  :

1. Ia sudah melakukan mabit atau safar dengan akhwat tsb sehingga mengetahui persis akhlaknya.
2. Ia sudah melakukan hubungan finance (muamalah) dengan akhwat tsb sehingga dapat terlihat apakah ia amanah.
3. Ia sudah menyaksikan akhwat tsb menahan amarah karena ketika orang marah akhlak aslinya akan terlihat, baik ataukah buruk.

IV. Niat Mempengaruhi Keberkahan

        Wanita dinikahi karena empat perkara : Kecantikan,Nasab,Harta,Agama.Namun pilihlah karena agamanya agar berkah kedua tanganmu. Tidaklah salah bila para ikhwan menentukan standar atau kriteria calonnya.Namun hendaknya kriteria tsb proporsional ,tdk muluk dan jangan mempersulit diri sendiri. Mengharapkan sosok yg sempurna dan super ideal sangatlah jarang bahkan mungkin tdk ada.Dan bila sampai kesempurnaan yg dicari tdk ditemukan pd sosok sang kekasih,maka akan menimbulkan kekecewaan.Sesungguhnya ketidaksempurnaan adalah wujud kesempurnaan. Syukurilah karunia-Nya,jangan terlalu banyak menuntut.Jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.Bukankah pernikahan itu seperti pakaian yang saling melindungi dan menutupi kekurangan.
“ ana adalah pakaian antum dan antum adalah pakaian ana. “ 
Saling menerima kelebihan dan kekurangan.
Rasulullah Saw bersabda :
“Sesungguhnya amal dinilai berdasarkan niatnya. “
As Syahid Imad Aqil,mujahid Palestina pernah berkata : “ Riya lebih aku takuti dari tentara2 Israel.“ 
Dan pepatah mengatakan :
“ Tentara terdepanmu adalah keikhlasan. “ 
      
Rasulullah saw bersabda :
“ Barangsiapa yg menikahi seorang wanita krn ingin menutupi farjinya dan mempererat silaturahmi maka Allah akan memberikan barakah-Nya kepada keduanya (suami isteri ) “

V. Istikharah
                 Jangan lupa istikharah untuk mendapatkan kemantapan. Bariskan harapan pada istikharah sepenuh hati ikhlas.Relakan Allah pilihkan untukmu.Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.Mungkin kebaikan itu bukan pada orang yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih.Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.Kekasih tempat orang2 beriman memberi semua cinta dan menerima cinta.
Syair Abdurrahman untuk isteri tercinta,Atikah.
“ Demi Allah tidaklah aku melupakanmu
Walau matahari kan terbit meninggi
“ dan tidaklah terurai air mata  merpati itu kecuali berbagi hati
“ Tidak pernah kudapatkan orang sepertiku mentalak orang
 seperti dia,Dan tidaklah orang seperti dia ditalak karena dosanya
 “ Dia berakhlak mulia,beragama dan bernabikan Muhammad,
Berbudi pekerti tinggi bersifat pemalu dan halus tutur katanya..
Semoga ALLAH membarakahi kalian dan melimpahkan  barakah kepada kalian… 
Amiin

By : AW (dalam Pustaka Islam)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Leni Sundanis | Loves Write.